A09_Rakha Alifian Tetuko_Tugas Mandiri 6B
B. PERTANYAAN PEMANTIK
1. Mengapa penting membedakan sumber primer, sekunder, dan tersier? Untuk menilai keaslian dan otoritas informasi.
Primer (data asli) digunakan untuk membangun argumen inti yang kredibel.
Sekunder (ulasan) digunakan untuk memahami konteks dan interpretasi.
Tersier (katalog) hanya sebagai alat penelusuran awal.
2. Apa perbedaan membaca akademik dengan membaca umum? Perbedaan utamanya terletak pada tujuan dan proses:
Membaca Umum: Cenderung pasif, linear, dan bertujuan untuk hiburan atau informasi umum.
Membaca Akademik: Bersifat aktif, selektif, dan bertujuan untuk analisis kritis. Ini melibatkan strategi khusus seperti skimming (mencari gambaran umum), scanning (mencari detail), dan membaca kritis (menilai validitas argumen).
3. Bagaimana cara menilai kredibilitas sebuah sumber pustaka? Dengan mengevaluasi beberapa aspek kunci (sering disebut CRAAP Test):
Otoritas: Siapa penulis dan penerbitnya? Apakah mereka ahli di bidangnya?
Aktualitas (Currency): Kapan sumber itu diterbitkan? Apakah masih relevan?
Objektivitas (Purpose): Apa tujuan sumber ini? Apakah untuk menginformasikan, membujuk, atau menjual? Apakah ada bias yang jelas?
Akurasi: Apakah informasi didukung oleh bukti dan sitasi yang jelas?
Relevansi: Apakah sumber ini sesuai dengan kebutuhan topik Anda?
4. Apa saja kesalahan umum dalam mengutip sumber?
Plagiarisme: Mengambil ide atau kalimat orang lain tanpa atribusi.
Parafrase yang Buruk: Hanya mengganti beberapa kata, sementara struktur kalimat aslinya masih sama persis.
Kutipan Berlebih: Terlalu banyak menggunakan kutipan langsung, sehingga "suara" penulis asli hilang.
Format Sitasi Salah: Tidak konsisten atau salah dalam menerapkan gaya sitasi (misal: APA, MLA).
Mengutip di Luar Konteks: Menggunakan kutipan dengan cara yang mengubah makna aslinya.
5. Bagaimana menjaga keaslian argumen saat mengutip banyak referensi? Kuncinya adalah sintesis dan menjadikan suara Anda sebagai pengendali:
Buat Klaim Dahulu: Nyatakan argumen (klaim) Anda terlebih dahulu, kemudian gunakan referensi sebagai bukti atau dukungan atas klaim tersebut.
Fokus pada Sintesis: Jangan hanya merangkum (Penulis A berkata X, Penulis B berkata Y). Tunjukkan hubungan antar sumber (Penulis A dan B setuju pada X, namun B menambahkan detail Y).
Utamakan Parafrase: Lebih seringlah memparafrase (menyatakan ulang dengan bahasa sendiri) daripada mengutip langsung. Ini memaksa Anda untuk memproses informasi dan menjaganya tetap dalam "suara" Anda.
C. PERTANYAAN REFLEKTIF
1. Sejauh mana Anda mampu membedakan sumber kredibel dan tidak kredibel? Sejujurnya, kemampuan saya masih perlu ditingkatkan. Saya sudah bisa membedakan antara jurnal ilmiah dan blog pribadi. Namun, saya masih kesulitan membedakan antara paper, jurnal, dan makalah. Saya cenderung masih mengandalkan apa yang muncul pertama di Google.
2. Strategi apa yang Anda gunakan saat kesulitan memahami teks akademik? Strategi saya saat ini tidak efektif. Biasanya saya hanya membaca ulang paragraf yang sulit berulang kali sampai pusing. Kadang saya melompat ke kesimpulan, tapi sering kehilangan konteks. Saya belum pernah secara sadar menggunakan skimming, scanning, atau anotasi peta konsep seperti yang disarankan modul.
3. Bagaimana pencatatan informasi membantu struktur tulisan Anda? Saat ini, pencatatan saya (biasanya copy-paste ke satu file Word) justru membuat tulisan saya tidak terstruktur. Saya kesulitan membedakan mana ide asli saya dan mana kutipan, saya juga memparafrase hasil yang saya dapat dari internet namun saya kesulitan dalam merangkaui kata kata. Saya sering harus membaca ulang semua sumber saat akan menulis karena catatan saya tidak terorganisir.
4. Apa tantangan Anda dalam parafrase dan sintesis informasi? Tantangan terbesar saya dalam parafrase adalah takut mengubah makna asli dari penulis. Akhirnya, parafrase saya seringkali terlalu mirip dengan teks aslinya (hanya ganti beberapa kata). Untuk sintesis, saya masih bingung cara menggabungkan 2-3 sumber berbeda ke dalam satu paragraf yang utuh tanpa terdengar seperti "tambal sulam".
5. Bagaimana Anda akan mengubah kebiasaan belajar setelah mempelajari modul ini? Setelah mempelajari modul ini, saya akan mengubah kebiasaan saya seperti:
Saya akan berhenti copy-paste paragraf. Saya akan paksa diri saya untuk langsung memparafrase kalimat penting dari sumber ke dalam literature log (catatan pustaka) saya.
Saya akan mencoba menggunakan salah satu aplikasi referensi (seperti Zotero) untuk mengorganisir sumber, agar saya tidak pusing lagi mencari sitasi di akhir.
Kebiasaan Jangka Panjang: Saat membaca jurnal, saya akan mempraktikkan skimming (baca abstrak & kesimpulan) terlebih dahulu, baru membaca kritis bagian metode dan diskusi.
Komentar
Posting Komentar